Baccarat account opening_Gambling terms_BoB global sports betting platform_Baccarat try to play

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Kasino online manusia

KeberaFootball betting rulesnian proFootball betting rulesduser dan aniFootball betting rulesmator di belakang Battle of Surabaya dalam ‘menantang’ Pixar inilah yang patut kita acungi jempol.

Amikom bukanlah institusi selevel Pixar atau Universal, tapi ‘hanya’ kampus sederhana dengan studionya yang sederhana. Namun dari kesederhanaan inilah Battle of Surabaya mencuri perhatian. Dari kesederhanaan pula film animasi ini menarik perhatian dunia.

Keberhasilan seperti ini sudah pasti mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Untuk tahu lebih banyak soal hal keren dan membanggakan dari Indonesia, coba klik #CheersBanggaIndonesia. Pastikan semua orang tahu dan bangga atas kemajuan Indonesia.

Seperti yang telah banyak diberitakan, film animasi Battle of Surabaya yang digarap oleh MSV Pictures sudah dilirik oleh Walt Disney Pictures untuk diajak bekerja sama. Nantinya, film yang baru akan dirilis 20 Agustus 2015 tersebut bakal memperoleh dukungan teknis serta genjotan promosi dari Disney.

Memeriahkan HUT ke 70 Republik Indonesia, Hipwee dan BINTANG sudah menyiapkan beragam alasan kenapa Battle of Surabaya harus dibanggakan oleh segenap bangsa Indonesia.

Prestasi membanggakan sudah didulang jauh sebelum filmnya sendiri dirilis. Battle of Surabaya telah meraih penghargaan di ajang International Movie Trailer Festival 2013 dan masuk nominasi pada ajang Annual Golden Trailer Award 2014.

Kamu pasti nggak pernah mengira kalau teknologi 4G (yang masih sangat langka di Indonesia) itu diciptakan oleh profesor asal Indonesia. Atau bagaimana novel Pramoedya jadi materi kuliah di Inggris. Percayalah, masih banyak kebanggaan yang datang dari Indonesia jika kamu mau mencarinya.

Selama bertahun-tahun, film animasi yang beredar di layar bioskop dan televisi Indonesia didominasi oleh animasi dari Amerika, Jepang dan negara asing lain. Kali ini, Battle of Surabaya diharapkan mampu mengulang apa yang dilakukan AAdC dulu; menginspirasi sineas (dalam hal ini animator, tentunya) muda untuk mencari semangat baru dan menjadi pelopor dalam dunia film animasi Indonesia.

Setelah sempat dibikin bangga oleh nama-nama seperti Andre Surya, Griselda Sastrawinata dan Rini Sugianto sebagai animator yang terlibat dalam produksi film-film laris di Hollywood, Indonesia sekali lagi patut berbangga hati dengan prestasi yang (lagi-lagi) dicetak oleh animator dalam negeri.

Sudah sekian lama perfilman animasi kita hanya diam ditempat. Film kita hanya mendapat sambutan bagus di negeri sendiri tapi belum mampu berbicara banyak di panggung internasional. Sudah waktunya Indonesia kembali dibuat bangga oleh karya anak bangsa. Ini saatnya Indonesia dibuat bangga di luar negeri.

Tanggal pemutaran film ini pun melambangkan keberanian yang patut dibanggakan. Selain dirilis di bulan ‘keramat’ Indonesia, yakni Agustus, pemilihan tanggal 20 Agustus juga bisa dibilang sangat berani karena sehari sebelumnya (19/8) animasi besutan Pixar, Inside Out juga akan beredar di bioskop Indonesia.

Di Yogyakarta, film animasi ini dikerjakan oleh tangan terampil dan otak kreatif anak bangsa. Proses produksinya melibatkan sekitar 180 animator yang terdiri dari mahasiswa, dosen, alumnus serta beberapa animator profesional. Kolaborasi ratusan seniman terbaik bangsa ini adalah bukti kalau rasa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi bisa disalurkan untuk membesarkan nama Indonesia di industri perfilman dunia.

Indonesia itu layaknya batu permata yang terpendam, dia hanya terlihat cantik jika lumuran lumpur yang menutupinya sudah dibersihkan. Kalau kamu selama ini pesimis akan kebesaran nama Indonesia di mata internasional, luangkan waktumu untuk mencari tahu lebih banyak dan share rasa bangga kamu di www.cheersbanggaindonesia.com.

Berbeda dengan Rini Sugianto dan kawan-kawan yang mengharumkan nama bangsa melalui produksi studio di luar negeri, Battle of Surabaya akan benar-benar bikin kamu bangga menjadi orang Indonesia. Pasalnya, film yang telah dikerjakan bertahun-tahun ini sepenuhnya dibuat di Indonesia. Lebih tepatnya di kampus Amikom, Yogyakarta.