Indonesian gambling is legal_Baccarat Probability_Football betting rebate_Roulette calculation

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Kasino online manusia

Ya, BookmakBookmaker RaBookmaker Rankingnkinger Rankingsaat kita jatuh cinta atau tergila-gila pada seseorang, tentu kita tidak akan bertutur sembarangan. Kebanyakan orang justru lebih memilih diam sekalipun punya perasaan yang dalam pada lawan jenisnya. Malu atau takut menerima penolakan biasanya jadi alasan utama.

Manusia adalah makhluk perasa. Kita tentu pernah merasakan sedih, bahagia, kecewa, marah, bahkan suka. Tidak semua orang mau atau berani bersikap terbuka. Mengutarakan apa yang dirasakan demi sedikit lega dalam hatinya, terlebih soal cinta.

Hidup itu tentang pilihan. Hampir setiap harinya kita dituntut untuk memilih. Mau tinggal dimana? Bekerja di bidang apa? Berteman dengan siapa? Mendambakan pasangan yang bagaimana? Hampir semua sisi kehidupan membuat kita bersinggungan dengan pilihan dan pilihan.

“Jangan tunggu, tapi jemput kesempatan itu. Ungkapkan isi hatimu dan raih kebahagiaanmu.”

Tentu tidak semua orang punya pendapat yang sama. Ketika ada yang memilih mengutarakan perasaannya, bisa jadi ada pula yang memilih diam seribu bahasa. Tak jarang pula ada yang mantap menjauh begitu cinta yang dirasakannya semakin tak tertahan juga.

Apakah kita lantas akan kebingungan? Ya, bingung dalam menentukan itu lumrah dan wajar. Tapi bukan berarti kita boleh berhenti atau menjalani hidup yang stagnan. Pilih saja yang menurutmu paling tepat dan bersiaplah menanggung segala konsekuensi yang ada di baliknya.

“Cinta itu memberimu bahagia. Cinta itu menjadikanmu lengkap sebagai manusia.”

Bukan semata perkara ditolak atau diterima, ditanggapi dengan baik atau justru diacuhkan begitu saja. Mengungkapkan perasaan adalah momen dimana kamu bisa menempa dirimu sendiri. Mengalahkan ketakutan dan kekhawatiran yang sebenarnya tak cukup beralasan.

“Cinta bukan matematika yang punya rumus pasti. Mencintai berarti mengikuti kata hati tanpa pernah lelah meyakini.”

Selain bahagia dan sedih yang bisa dirasakan, kita juga punya perasaan suka atau bahkan cinta pada seseorang. Dia bisa jadi teman sebangkumu saat sekolah dulu, sekadar kenalan dikampus, atau bahkan sahabatmu selama bertahun-tahun. Adakah yang patut dipersalahkan ketika kamu jatuh cinta atau mencintai seseorang dalam-dalam? Tidak.

Setelah tuntas bicara, setidaknya kamu akan pulang ke rumah dengan bangga. Kamu berhasil mengalahkan dirimu sekaligus mendapatkan pengalaman baru. Dan jika ternyata ungkapan perasaanmu disambut gembira, bukankah kebahagiaanmu jadi berlipat-lipat banyaknya?

“Kamu selalu punya pilihan. Katakan atau bersiaplah jadi pesakitan.”

“Tapi, bukankah memendam adalah yang paling menyakitkan? Tidakkah lebih baik jujur dan mengungkapkan apa yang dirasakan?”

Begitu juga ketika ingin menyatakan perasaan. Kamu mungkin merasa malu lantaran jatuh cinta pada sahabat sendiri. Takut kalau-kalau keputusanmu untuk menyatakan perasaan justru akan merusak hubungan kalian di masa depan. Khawatir jika dia yang kamu cintai ternyata menolak lalu memilih pergi. Sekali lagi,

Tidak ada aturan yang mengikat atau rumus-rumus pasti. Entah dia kaya atau miskin, apakah dia berpendidikan tinggi atau biasa saja, entah dia punya hati yang baik atau sekadar berpura-pura, dan entah dia punya perasaan yang sama denganmu atau justru sebaliknya.

Tapi yang pasti, kita terlahir di dunia ini sebagai individu yang bebas. Bebas menentukan jalan hidup yang ingin dilalui, bebas menentukan karakter diri, dan pastinya bebas memilih pasangan sebagai tempat menitipkan hati.

Rasa cinta memang tidak sebatas diberikan pada lawan jenis saja. Ada keluarga, teman, binatang, tumbuhan, bahkan orang yang tidak dikenal juga layak kamu cintai. Singkatnya, rasa cinta itu banyak bentuknya dengan takaran yang berbeda-beda pula.

Jika saat ini kamu sedang memendam perasaan pada seseorang, segeralah membuat pilihan. Selamanya diam atau berjuang demi dia yang kamu cita-citakan.