Baccarat Banker_Texas Hold'em game_Baccarat table_Betting

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Kasino online manusia

Dan kMacau Baccarat Websiteekhawatiran terbeMacau Baccarat Websitesarmu mungkin adalah apakah nanti kalian akan benar-benar bahagia? Apakah pernikahan kalian akan berjalan selamanya? Bagaimana jika nanti kalian gagal mempertahankan pernikahan?

Kalau kisah pra nikahnya Ricky Harun gimana ya?

Saat kamu mulai meragukan dia, Macau Baccarat Websitecobalah mengingat apa-apa saja yang dulu membuatmu jatuh cinta padanya. Ingatlah awal pertemuanmu dengannya. Mungkin nggak menyenangkan, tapi pasti menimbulkan kesan. Ingat-ingatlah hari-hari saat kamu dan dia mulai mengenal lebih jauh. Cerita-cerita kehidupannya mungkin membuatmu surprise dan terkesan. Mungkin pelukannya yang hangat, atau bisa juga kebiasaanya yang selalu ada untukmu, mungkin itulah yang membuatmu jatuh cinta padanya.

Kamu juga bisa mempererat hubunganmu dengan pasangan. Lakukan hal-hal positif yang bisa menguatkan ikatanmu dengannya. Selain memperkuat ikatanmu dengan pasanganmu, kamu juga bisa memperkuat hubunganmu dengan keluarga pasanganmu. Bagaimanapun mereka akan menjadi keluargamu juga kelak. Hal-hal positif semacam ini akan membantumu menepis keraguan pada pasanganmu.

Masalah siap/belum siap memang problem sepanjang masa. Saat kamu memutuskan untuk menikah, barangkali saat itu kamu merasa sudah siap. Tetapi dengan pernikahan di depan mata, bisa jadi kamu mulai ragu apakah kamu benar-benar sudah siap.

Menurut ilmu psikologi, sindrom pra-pernikahan ini sudah biasa dialami calon pengantin, tapi cukup berbahaya jika nggak segera diatasi. Kecemasan menjelang pernikahan seperti ini bisa membuat calon pengantin mengalami stress yang mengakibatkan sulit tidur, hilang nafsu makan, suasana hati yang buruk, dan paling parah, bisa berdampak pada hubungan setelah pernikahan mereka nanti.

Semua pikiran buruk itu membuatmu mulai bimbang dan mulai bertanya-tanya: Apakah pernikahan ini harus diteruskan? Tapi jangan khawatir, kamu nggak sendirian. Itulah yang dinamakan dengan sindrom pra pernikahan. Suatu tekanan psikologis yang akan dialami oleh calon pengantin menjelang hari pernikahan, baik cewek ataupun cowok. Hanya saja tingkatannya berbeda. Ada yang cuma cemas-cemas kecil, ada juga yang sampai stress berat.

Bukan cuma persoalan teknis, kamu juga akan direpotkan dengan persoalan psikologis yang semakin membuatmu tertekan. Sebulan sebelum pernikahan, kamu bisa saja berpikir “Tidakkah pernikahan ini terlalu cepat?”. Kamu bisa tiba-tiba merasa bahwa kamu dan pasanganmu terlalu terburu-buru merencanakan pernikahan. Apalagi kalau kalian belum lama pacaran.

Setelah serangkaian proses yang sudah dilewati, mulai dari kenalan, pendekatan, pacaran, lalu lamaran, akhirnya hubungan akan sampai pada tahap pernikahan. Mempersiapkan pernikahan bisa jadi menjadi momen paling sulit dan heboh yang bisa kamu alami. Ternyata begitu banyak yang harus kamu pikirkan sebelum sebuah pesta indah dan sakral yang diidam-idamkan digelar.

Kalau kamu mengalami hal ini, pertama-tama cobalah mengurangi tingkat stress-mu dengan hidup lebih sehat. Kalau kamu biasanya begadang, cobalah tidur lebih awal. Jangan mengonsumsi makanan dan minuman yang akan membuatmu semakin susah tidur. Saat pagi tiba, sempatkan untuk olahraga, meski itu cuma lari keliling komplek.

Kalau kamu benar-benar lelah memikirkan pritilan-pritilan pernikahan ini, sampai kadang kamu merasa kepalamu mau meledak, ambil napas panjang dan istirahat sebentar. Kamu nggak perlu menyelesaikan semua urusan dalam satu hari. Cobalah membuat schedule yang ramah. Kamu bisa menyelesaikan katering hari ini, dan mulai memikirkan soal gedung di lain hari. Jangan memikirkan semuanya bersamaan. Kamu juga bisa bagi-bagi tugas dengan pasanganmu. Selain membantu meringankan pikiranmu, hitung-hitung sekalian latihan bagi-bagi tugas rumah tangga.

Untuk kamu yang sedang mempersiapkan hidup baru, yakinlah bahwa badai pasti berlalu. Semangat yoo!

Tapi pikirkan lagi semuanya. Kalau kamu mundur kali ini, bisa jadi kamu akan mengalami dilema yang sama di lain waktu. Lalu apakah kamu akan mundur lagi? Akan lebih sulit bagimu untuk mempersiapkan diri kalau kamu mundur hari ini. Lagipula pernikahan bisa menjadi sarana belajar untuk kalian berdua. Yang tadinya egois maunya mikirin diri sendiri, harus bisa memikirkan orang lain saat sudah menikah. Yang tadinya hobi main-main, harus mulai serius karena ada tanggung jawab besar bernama ‘rumah tangga’.

Karena kamu berharap pernikahanmu itu sekali untuk seumur hidup, wajar kalau kamu ingin semuanya sempurna. Semua calon pengantin pasti ingin menjadi raja dan ratu sehari di acara pernikahan mereka. Tapi segala urusan gedung, katering, dekorasi, sampai seragam untuk keluarga, bisa membuatmu stress sendiri. Kamu khawatir segalanya nggak berjalan baik seperti yang kamu rencanakan.

Apa kamu juga mengalami hal yang sama? Jika ya, nggak perlu cemas. Kali ini Hipwee akan memberikan beberapa tips untuk mengatasi sindrom pra-pernikahan itu. Simak ya!

Gedung, catering, baju pengantin, souvenir, gimana? Sudah oke? Belum? Arrrgh!

Belum lagi nanti saat kalian harus mengurus anak. Kamu harus memastikan diri kalian sendiri sudah ‘bukan anak-anak’ lagi supaya bisa mengurus anak dengan baik. Bagi kamu yang cowok, bisa juga tiba-tiba merasa kurang percaya diri untuk menjadi kepala keluarga. Itu memang beban yang berat. Wajar bila kamu merasa nggak siap.

Jika bagimu bahagia adalah seperti yang kamu lihat pada pernikahan-pernikahan temanmu, kamu harus segera balik arah. Tak perlulah kamu merujuk pada bahagia orang lain untuk mendefinisikan kebahagiaanmu sendiri. Memang, nggak ada yang sempurna di dunia ini. Tapi dari segala ketidaksempurnaan itu, kamu bisa menciptakan kesempurnaan versimu sendiri.

Keraguan juga akan terus menderamu jika kamu tidak pernah berani melangkah lebih maju. Jangan biarkan rasa ragu membelenggumu untuk menyongsong masa depan. Jalanilah apa yang benar-benar kamu yakini.

Kamu yang populer, jangan juga merasa takut kehilangan penggemar-penggemarmu setelah kamu menikah. Toh, saat ini kamu sudah punya penggemar nomor satu yang akan menemanimu dalam duka ataupun senang.

Setelah meragukan dirimu sendiri, kamu pun mulai meragukan pasanganmu. “Apakah dia benar-benar orang yang tepat?”. Belum cukup itu semua, kamu juga akan mengkhawatirkan acara pernikahanmu nanti.

olahraga bisa jadi cara mengurangi stress via ajp.com.au

Stress bisa terjadi jika aliran oksigen di otakmu kurang atau nggak lancar. Jadi hidup lebih sehat akan membantu memperlancar peredaran darahmu. Selain berguna untuk tubuh, hidup sehat juga akan memperngaruhi kondisi mood kamu lho.

Bahagia tentu hal yang paling diinginkan setiap orang dalam pernikahan mereka. Saat kamu kebingungan pada niatmu menikah, dan apakah kalian akan bahagia seperti pasangan-pasangan lainnya, cobalah cari kembali alasan dan tujuanmu menikah. Fokuslah pada tujuan tersebut, niscaya segala keraguanmu akan memudar dengan sendirinya. Karena menghabiskan sisa hidup dengan orang tersayang adalah impian bagi banyak orang. Kamu sudah selangkah lebih dekat dengah impian itu, maka pertahankanlah.

Semuanya memang butuh proses. Jangan menghindar, tapi belajarlah bersamanya.

Semua orang tahu bahwa di dunia ini nggak ada yang sempurna. Kamu juga tahu, tapi kadang lupa. Jadi yang perlu kamu ingat-ingat adalah, ya itu tadi, nggak ada yang sempurna di dunia ini. Nggak perlulah mencari orang sempurna untuk menjadi pasangan yang sempurna, kalau selama ini dia sudah bisa membuatmu gembira. Buat apa kamu mati-matian mempersiapkan segalanya agar pesta pernikahanmu sempurna, tapi akhirnya kamu malah tumbang dan nggak fit di hari bahagia.

Meragukan pasangan adalah hal yang lumrah terjadi menjelang pernikahan, walau bukan berarti itu ‘sudah biasa’ ya. Bagaimanapun juga, kamu akan mengarungi kehidupan bersama pasanganmu seumur hidup. Tentunya kamu menginginkan pasangan yang ‘sempurna’ untukmu. Kekhawatiran ‘apakah dia benar-benar orang yang tepat?’ pasti akan terlintas di pikiranmu detik-detik menjelang pernikahan.

Kamu khawatir nggak bisa bebas lagi setelah menikah? Wajar. Tapi setelah ini, kamu juga nggak harus memikirkan semuanya sendirian. Soal finansial, soal permasalahan kerjaan, soal keluarga, kamu bisa membagi masalahmu karena sekarang kamu punya partner untuk mencari jalan keluar. Ada yang akan selalu meminjamkan pundaknya jika kamu lelah dan ingin bersandar. Ada yang menenangkanmu dengan pelukan saat kamu merasa hidup begitu menyebalkan sampai kamu ingin menangis.

Lalu kamu akan mulai mempertanyakan kesiapanmu sendiri. Kamu tahu pernikahan berarti kamu akan memasuki satu tahap kehidupan dengan berbagai peraturan baru. Setelah menikah, kamu nggak bisa lagi hanya berpikir untuk dirimu sendiri. Kamu yang tadinya bebas jalan ke sana ke sini, mungkin nggak bisa lagi karena kamu harus memikirkan pasanganmu. Sudah siapkah kamu dengan itu semua?